till death seperate us

hai semuanya..

Belakangan ini, ada 1 hal yang mengganggu pikiran saya. Sebenernya gimana sih reaksi orang-orang di sekitar kita kalo kita udah gaada lagi? 1 pertanyaan yang cukup simpel, tapi susah kalo dicari jawabannya.

Yang pastinya, reaksi orang tua kita pertama tentu aja sedih. Mereka kehilangan anak mereka yang mereka sayang bahkan untuk selama-lamanya. Atau mungkin malah ada yang seneng karena menurut mereka anak itu ga berguna. Kita ga pernah tau bagaimana reaksi mereka sampai kita benar-benar tiada.

Selain itu teman-teman kita. Bagaimana reaksi teman-teman kita? Apakah mereka bakal sedih? Sedih karena mereka kehilangan salah satu teman mereka yang cukup menghiasi kehidupan mereka. Atau mungkin mereka malah senang? Senang karena 1 orang yang sejujurnya mereka tidak sukai sudah tidak ada lagi di dunia ini. Entah apa yang akan dirasakan oleh teman-teman kita?

Terkadang saya suka berkhayal bahwa saya sudah gaada. Ada yang menangis di pemakamanku. Ada yang diam-diam tertawa dan tersenyum lega karena orang yang menyebalkan ini sudah tidak ada. Ada karangan bunga turut berduka cita dan berbagai macam hal-hal lainnya.

Khayalan ini kadang membuatku berpikir sendiri. “Sudahkah kita menjadi seseorang yang berarti bagi teman kita? Atau mungkin kita malah menjadi orang yang dianggap annoying oleh teman-teman kita?” atau terkadang “Apakah kita sudah melakukan hal yang terbaik buat orang tua kita? Apakah selama ini kita sudah membantu mereka, menyenangkan hati mereka atau bahkan membuat mereka bangga?”

Lamunan-lamunan ini sering mengusik ketika kegalauan datang. Apakah pada saat saya mati nanti, teman-teman saya akan datang dengan wajah gembira atau sedih? Entahlah. Tidak ada yang tahu jawabannya.

Meskipun aku sudah berusaha berbuat baik terhadap teman-teman dan santun terhadap orang tua, terkadang hal-hal yang ada tidak sesuai dengan keinginan kita. Mungkin niat kita baik, tetapi orang yang menerima malah menganggap kita terlalu berlebihan. Mungkin kita mau membantu, tetapi yang ada kita hanya dianggap menyulitkan bagi mereka. Atau mungkin kita ingin berbuat jahat tetapi luluh oleh kebaikan teman kita dan membuat kita berpikir ulang “mengapa kita membenci mereka?”

Kematian datang tiba-tiba, dan hanya Tuhan-lah yang tau. Untuk itu sebisa mungkin sebarkanlah benih kebaikan kita terhadap orang-orang disekitar kita karena kita tidak tahu kapan kita bisa lagi berbuat baik. Kapan lagi kita bisa melihat wajah mereka, menatap mereka, atau bahkan tersenyum kepada mereka.

Dan semoga saatnya tiba nanti, ketika perjalananku di dunia ini sudah selesai, orang-orang disekitarku akan melepas kepergianku tanpa dendam dan kebencian, melainkan dengan senyuman dan ingatan akan perbuatan baik yang pernah aku lakukan terhadap mereka.

Sekian.

-axel ct-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s