Malam Senduku

Entah sejak kapan, aku mulai berteman dengan malam.
Dimana rembulan menyinari, disaat itu pulalah aku mulai tersenyum.
Melarikan diri, sepertinya bukan itu tujuanku.
Entahlah, aku sendiri masih termenung.

Sejak kapan, aku merasa tenang jikalau malam tiba?
Jika engkau bertanya padaku, mungkin aku sendiri pun belum tahu jawabannya.
Yang pasti, untuk saat ini malam adalah temanku.
Teman, dimana aku dibuat tenang olehnya.

Siang, mungkinkah engkau berubah!
Nyatanya, masih banyak orang menikmati indahnya siang hari.
Bila engkau tidak berubah, siapakah yang berubah? Diriku?
Jangan tanyakan aku, karena akupun tidak tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s