“Psikologi UI Tercinta” (Tugas Mata Kuliah Penulisan Ilmiah)

Tema : Tulisan Naratif – KAMABA

“Psikologi UI Tercinta”

Suatu malam saat aku sedang membuka blog mengenai informasi kegiatan mahasiswa baru, sebuah post muncul. Kira-kira isi post tersebut adalah “Sabtu, 16 Agustus 2014 jam 12.45 sudah harus berkumpul di alfamart.” “Akhirnya muncul juga, kira-kira bakal seperti apa ya?” adalah pikiran pertamaku saat membaca kalimat tersebut. Memang sebelumnya kami sudah dibagi-bagi menurut kelompok dan sudah menyiapkan sebuah buku khusus dimana halaman depannya harus berbuffalo biru dan harus sama satu angkatan dengan format yang sudah disediakan, tetapi aku sama sekali belum memiliki gambaran mengenai rangkaian kegiatan yang bisa dibilang akan memberi warna pada kehidupan perkuliahanku. Mungkin ini warna pertama yang ditorehkan di lembar kehidupan perkuliahanku di kampus berjaket kuning dan bermakara biru muda ini. Sampai saat aku menulis ini, rangkaian kegiatan mahasiswa baru (KAMABA) ini hampir berakhir. Kadang aku hanya bisa tersenyum kecil mengingat hal-hal yang telah kulewati bersama teman-teman satu angkatanku, angkatan 2014 makara biru muda ini. Banyak kesan yang mungkin akan coba sedikit kubagi kepada teman-teman semuanya.

“Kak, boleh wawancara ga kak?” Itu adalah pertanyaanku kepada sang kakak yang sampai saat ini membuatku sangat terinspirasi. Kakak yang mungkin membuatku terkagum dan mendapatkan sesuatu yang baru untuk memulai menorehkan lembaran warna di bab perkuliahanku pada buku kehidupanku. Memang tugas wawancara adalah salah satu tugas yang diberikan kepada kami sebagai salah satu dari berbagai macam tugas di kegiatan mahasiswa baru (KAMABA) ini. Lebih tepatnya dapat dikatakan bahwa tugas ini diberikan pada saat kami, para mahasiswa baru, sedang menjalani kegiatan proses penyesuaian diri atau yang bisa disebut dengan kegiatan prosesi. Tidak kusangka, dari kegiatan yang mungkin dapat dibilang sederhana ini aku mendapatkan sesuatu yang sangat bermakna. Untuk identitas kakak itu, tidak perlulah sepertinya kujelaskan panjang lebar disini, cukup yang tahu hanya aku dan beberapa temanku yang ikut mewawancarai kakak itu bersamaku. Yang ingin kusampaikan disini, kadang sesuatu yang sederhana akan berdampak besar dalam kehidupan kita, dimana dalam hal ini adalah wawancara dengan kakak kelas yang menginspirasiku dan sedikit banyak menentukan arah tujuan perkuliahanku ke depannya.

Ketika seseorang mahasiswa baru berhadapan dengan senior saat pertama kali mengikuti perkuliahan, hal yang dipikirkan pertama kali adalah push-up. Menurutku itu tidak salah, bahkan mungkin terlalu benar. Hal itu karena ketika kami, para mahasiswa baru, berhadapan dengan senior, pasti akan ada nuansa push-up yang memang tujuannya untuk membimbing kami ke arah yang lebih baik. Tetapi, yang kukagetkan sampai sekarang adalah tidak adanya hal tersebut di markas makara biru muda ini. Berkaitan dengan poin ini, aku sedikit menggabungkan dengan wawancaraku dengan sang kakak di poin atas, dimana sang kakak itu menjelaskan maksud dan tujuan dari rangkaian kegiatan mahasiswa baru (KAMABA) ini. “Wah ternyata disini beda.” Itu mungkin kata-kata yang dapat mewakilkan pemikiranku tentang rangkaian acara kegiatan mahasiswa baru (KAMABA) ini. Aku tak menyangka bahwa acara ini sangat dipersiapkan dengan sedimikian rupa dan sematang mungkin untuk membimbing kami, para mahasiswa baru, dalam mengikuti perkuliahan di kampus berjaket kuning dan bermakara biru muda ini. Salut kakak-kakak, berikutnya doakan kami agar kami yang bisa mengemban tugas untuk membimbing mahasiswa baru ini dengan sepenuh hati kami dan dengan persiapan yang sematang kakak-kakak lakukan saat rangkaian kegiatan mahasiswa baru (KAMABA) 2014 ini.

“Jadi sebenarnya, apa yang membuat kamu kagum dengan kegiatan mahasiswa baru (KAMABA) yang diselenggarakan kampus kuning sub makara biru muda ini?” Ketika nanti, mungkin suatu saat ada orang yang bertanya kepadaku seperti itu, dengan tidak ragu-ragu dan sepenuh hati akan kujawab, “Disini beda. Aku tidak diajarkan untuk hanya push-up tanpa makna yang jelas. Aku juga tidak diberi sesuatu yang mustahil kulakukan sebagai mahasiswa baru. Aku disini belajar, bahwa dengan cinta kakak-kakak kepada kami, mereka menghantarkan kami, memberi sentuhan warna indah pertama pada bab perkuliahan buku kehidupan kami dan aku bangga. Aku bangga akan hal itu dan aku bangga karena aku dapat menjalani kegiatan satu kali seumur hidupku di sini, di kampus jaket kuning sub makara biru muda ini.”

-axel ct-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s