Catatan Harian Mahasiswa Baru: Jaket Kuning dan Makara (Biru Muda)

“Axel kuliah dimana sekarang?” “Axel kelas berapa? Udah kuliah ya? DImana?” “Wah udah gede ya. Masuk mana? ambil apa?”

Kalau orang sudah lama tidak bertemu denganku, ketiga pertanyaan diatas sudah sangat wajar apabila orang itu berkesempatan untuk bertemu denganku. Terkadang, tidak hanya orang yang sudah lama tak bertemu denganku saja yang menanyakan hal itu. Orang yang -mungkin- dapat dikatakan sering bertemu denganku pun tidak jarang bertanya seperti itu. Buatku itu pertanyaan yang sangat wajar untuk ditanyakan, entah tujuannya hanya sekedar berbasa-basi ataupun memang benar pertanyaan itu dilandasi dari rasa penasaran karena sudah lama tak berjumpa. Respon yang kuberikan atas pertanyaan itu pun tidak jauh-jauh dari satu kalimat dibawah ini.

“Masuk UI🙂 Ambil Psikologi :)” *Sengaja kupasang emoticon senyum yang menggambarkan keadaan wajahku ketika menjawab pertanyaan diatas dengan jawaban tersebut*

Jawaban dari respon yang kuberikan pun bermacam-macam, tetapi (sejauh yang kutahu) mereka semua mengatakan bahwa masuk UI adalah suatu keberhasilan dan kebanggaan yang patut diapresiasi. Tidak jarang ucapan selamat berhamburan dari mulut mereka kepadaku, yang pada akhirnya kujawab dengan melempar senyum di bibirku, dan mengucap kata terimakasih ataupun sekedar ‘he-he-he’ belaka.

Memang buatku, masuk UI bisa dibilang suatu prestasi hidup. Apalagi ketika acara universitas untuk mahasiswa baru, tidak jarang kami digadang-gadang sebagai ‘mahasiswa terpilih’. Kurang bangga apa aku mendengar hal itu. Memperoleh ‘jakun’ yang disertai dengan makara biru muda yang kujahit di kiri, melakukan kegiatan perkuliahan di Depok, dan dapat dengan bangga menyebut Universitas Indonesia (bukan Universitas yang ada di Indonesia) sebagai almamaterku adalah beberapa kelebihan yang kudapatkan karena terdaftar sebagai sivitas akademika Universitas Indonesia.

TETAPI….
Hal itu tidak cukup sampai disitu. Buatku hanya dengan menjadi mahasiswa UI belaka tidak akan membuatku bangga. Aku harus bisa menjadikan UI sebagai fasilitas untuk diriku berkembang. Aku harus bisa menjadi manusia yang utuh ketika keluar dari UI nanti dan bergabung dalam masyarakat. Aku harus bisa menunjukkan hasil terbaik yang bisa kubuat dan apabila ditanya, barulah aku bisa menjawab dengan bangga bahwa inilah hasil didikan Universitas Indonesia. Terakhir, aku harus bisa memberikan buah yang kudapat dari UI kepada diriku, almamaterku, dan kepada masyarakat.

Buatku hanya dengan masuk UI, belum sepenuhnya aku merasakan manfaat dari UI. Aku harus bisa berkembang dan mengepakkan sayapku setinggi langit untuk bisa bangga mengatakan “AKU ADALAH MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA SEUTUHNYA”

p.s. Catatan kecil ini dibuat pada suatu malam ketika pikiran sang penulis sedang buntu dalam mengerjakan tugas paper atau makalahnya.

-axel ct-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s