Sebuah Cerita

[04:29 AM]

Di pagi hari ini, aku belum bisa tidur. Sehingga sambil mendengarkan lagu weslife-if I let you go aku termenung dan rasanya ingin menulis. Memang waktunya ga tepat banget sih.. Karena belum tidur, dan bahkan mata udah terbiasa melek jam segini meskipun harusnya sudah terlelap ke alam mimpi dari tadi. Jangan diikutin ya guys :” ga baik buat kesehatan haha..

Bertambah dewasa… Apa artinya? Apakah berarti akan banyak tanggung jawab yang harus dipikul? Rasa-rasanya pikiran seperti itu tidak salah juga. Atau bahkan bertambah dewasa hanya berarti bertambahnya 1 tahun kehidupan yang ditandai dengan umur yang kau bawa dan kau banggakan itu. Hm.. rasa-rasanya tidak salah juga.. Ah sudahlah, aku tidak pandai banyak bercakap mengenai apa itu bertambah dewasa… Nyatanya di pagi hari ini, akupun masih berkutat dengan pikiran “apa artinya bertambah dewasa?” Klise bukan rasanya apabila aku bercengkrama panjang lebar di tulisan ini mengenai artinya bertambah dewasa, sedangkan aku sendiri belum paham apa rasa dan artinya menjadi dewasa. Bahkan aku merasa diriku pun belum pantas dibilang dewasa.

Satu hal yang bisa kupastikan: semakin dewasa, kamu akan menyadari satu hal… Bahwa semua berubah. Ya, makin bertambah umurku aku makin tersadar bahwa tidak ada satu hal pun yang konstan. Semua hal berubah… Dahulu mungkin westlife menjadi salah satu rajanya boyband “barat”. Bahkan sekarang westlife sudah tidak terdengar karena memang sudah bubar. Siapa anak 80an (atau bahkan 90an) yang tidak tahu The Beatles? Sekarang akan sangat unik melihat orang yang mendalami The Beatles (karena aku pun “belajar” dari temanku yang “dicekokin” oleh orang tuanya).

Tidak hanya dari musik. Pola pikir pun berubah… Dari yang dulu pacaran karena hanya suka karena ia cantik/ganteng. Sekarang pacaran ya orientasinya masa depan.. Karena ga mungkin pacaran ya gitu-gitu aja. Atau mungkin, kerja keras. Dulu ketika kecil boleh saja berpikir bahwa “saya dapat menguasai pelajaran tanpa harus belajar dengan keras”. Nyatanya sekarang ketika tidak belajar, ya jangan heran nilai C atau bahkan nilai D muncul di laporan nilaimu.

Ya… semua hal di dunia ini berubah.. Mulai secara fisik dari cara berpakaian misalnya, hingga secara pola pikir, atau bahkan tingkah laku. Guru zaman dahulu saya rasa tidak akan masalah ketika harus memukul anak muridnya. Guru sekarang (mungkin) akan berpikir dua kali ketika harus bermain secara fisik. Itu hanya contoh kecil saja…. Zaman sekarang, kalau tidak punya gadget rasanya hidup akan kosong. Padahal rasa-rasanya zaman 80an, gadget bahkan belum booming. Jika ingin berteman, ya keluar. Jika ingin bermain, ya keluar. Sekarang.. semua ada di genggamanmu.

Manusia berubah.. Aku berubah, dia berubah, mereka berubah, dan bahkan kamu berubah. Berubah ke arah yang mana? Hanya diri sendiri yang bisa merefleksikannya. Orang lain bisa menilai, tapi orang lain tak akan bisa memutuskan ke arah mana kamu akan berubah. Orang lain bisa menghasut atau membantu, tapi toh tetap yang punya pilihan ya yang menjalankan perubahan itu. Terkadang yang menyeramkan adalah ketika kamu merasa tidak perlu berubah, maka dunia yang akan menamparmu dan berteriak, “berubah, sudah saatnya berubah!” Lucu bukan.

[04:44 AM]

Kulihat jam di laptopku.. Lagu westlife yang kuputar sudah habis dari tadi, ingin mencari lagu yang sealunan, tapi aku sadar kedua tanganku tidak ingin diganggu ketika sedang berkarya di blog ini. Tadinya aku ingin mengakhiri dengan kalimat-kalimat gombalan yang (kayaknya engga) bermutu (banget) seperti,
“meskipun dunia berubah, posisi kamu di hati aku tetap ga berubah.” atau
“semua boleh berubah, tapi aku toh tetap cinta kamu apa adanya.”

Nyatanya, aku sendiri tergidik ketika mengetik kedua hal tersebut. Alisku mengernyit. Dan rasanya amat sangat tidak cocok kuakhiri post yang (cukup) panjang ini dengan gombalan yang (engga) bermutu (banget) itu.

[04:48 AM]

Ah… rasanya aku perlu tidur… Terlalu banyak pikiran-pikiran tak perlu yang mengawang-awang di alam pikirku. Perutku pun terasa lapar, dan kakiku masih kedinginan.

Pada akhirnya,
aku ya aku,
kamu ya kamu,
dia ya dia,
satu persamaan kita dan hanya satu,
kita hidup di satu dunia.

-axel ct-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s