Publikasi

“xel, punya blog kok disimpen sendiri? Gaada niat buat ditampilin gitu? Atau diseriusin?”

Ya, itulah kadang menjadi isi pikiran saya ketika saya kembali membuka halaman blog pribadi ini. Memang kenyataannya, yang tahu betul bahwa saya punya halaman blog ini hampir dapat dikatakan tidak ada. Memang saya sempat memberikan alamat rujukan ke blog ini, namun saya sangsi orang-orang yang saya berikan akses tersebut toh kenyataannya masih aktif melihat blog ini. Tapi sokay, it’s not a big deal :)

Kenapa awalnya mau nulis blog ini? Sebenernya memang dari awal ga berniat untuk mempublikasikan blog ini ke khalayak luas sih. Blog ini pada akhirnya cuma random thought dari pribadi seorang pemilik blog ini. Nothing more. Dan yang namanya random thought ya emang se-random itu. Mulai dari cuma sekedar lirik lagu, puisi-puisi ala-ala yang gabisa dibandingin sama puitis terkenal, pikiran pribadi, sampai kadang curahan hati.

Terus buat apa ngeblog xel? Balik lagi sih, blog kan sebenernya cuma sebuah sarana aja. Kalau lagi pengen nulis, ya kesini. Kalau lagi sok-sok puitis, ya kesini. Bahkan kalau lagi sendu dan gatau mau ngapain, bawaannya ya kesini lagi haha.. Sebenernya ini tujuan ketika awal bikin blog ini sih, yaitu ya minimal kalau udah berumur dan mati nanti terus ada yang nemuin blog ini, harapannya ngeliat sisi lain dari si penulis lah haha. Ya itupun kalau ketemu sih blognya. (Maklum udah pernah iseng mencari di google dan tidak ketemu. Setengah seneng dan setengah sedih sih)

Nah sekarang kenapa nulis? Haha :’) di momen ini emang lagi pengen banget nulis. Entah cuma sekadar tulisan gajelas atau sampai berbobot. Ya mungkin sedang ada di tahap terakhir di paragraf sebelumnya kali ya. Jadinya, sambil dengerin lagunya Dua – Kau atau Phantom – Pantaskah ya blog ini akhirnya terbuka lagi haha

Ya intinya, dalam waktu dekat ini mungkin blog ini akan tetap dalam kesendiriannya, dalam kedalamannya, dalam ketidakmunculannya ke ranah internet karena yang nulis jarang, udah gitu disimpen sendiri doang. Mungkin kalo yang nemu, beruntunglah haha tapi diem-diem aja ya, karena membuka diri itu bukan sesuatu yang gampang dan blog ini jadi sarana penulis membuka diri dengan menulis ke dirinya sendiri (atau kadang beberapa orang lain yang baca)

Terakhir, semangat dalam menjalani semua aktivitas. Hayo udah Desember, tahun depan mau ngapain nih? Jangan sampai kesalahan tahun ini terulang lagi ya, sayang tau hidup cuma satu kali :)

-axel ct-

Lorong Kehidupan

Hola semua!

Kalau di post sebelumnya, dari Januari ke Mei yang hampir Juni, sekarang dari Mei yang hampir Juni ke September. Duh maafin ya karena dasar orangnya males, jadinya meskipun ada beberapa kali niat nulis, ga bisa terealisasikan dengan baik deh.. Jangan ditiru ya, haha.. Nah, malam ini sebenernya emang lagi pengen nulis aja dan kebetulan depan laptop, jadinya yaudah nulis aja dan muncullah di blog ini lagi hoho..

Aku berjalan menyusuri lorong kehidupan
Sekali-kali aku melirik ke belakang
Di sana, aku melihat banyak kenangan yang kulewati
Kenangan yang bermacam-macam bentuknya

Aku terus berjalan menyusuri lorong itu
Lorong yang penuh tantangan
Tantangan yang berbeda tiap individunya
Tantangan yang bahkan aku sendiri tak paham

Terkadang aku suka untuk berhenti sejenak
Berhenti untuk sekadar duduk-duduk
Atau bahkan memberanikan diri melihat ke belakang
Karena percayalah, melihat masa lalu bukan hal yang mudah

Lorong itu sangat unik
Di satu sisinya, dia sangat gelap dan kelam
Di sisi lainnya, dia terang bersinar dan bercahaya
Lorong itu dinamis

Aku kembali bangkit dan mencoba berjalan
Berjalan menyusuri lorong kehidupanku
Mencoba mencari bentuk kenangan yang baru
Mencoba menantang jalan yang terbentang didepanku

Karena aku sadar,
Dengan duduk dan menoleh kebelakang,
Aku hanya akan melepas penat sesaat
Dan aku tidak akan pernah maju kedepan

Udah lama banget ga berpuisi lagi. Mungkin karena dituntut kesibukkan dan segala macam kegiatan lainnya. Rasanya gatal tangan ini untuk kembali menorehkan kata-kata yang (harapannya) indah dan bermakna. Puisi itu lucu loh, kata-kata yang tertuang di dalamnya bisa multi tafsir, kadang malah bisa to the point.

Nah, semangat buat kalian yang masih sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Tetap jaga kesehatan, jangan lupa makan! Percayalah apa yang kalian lakukan akan membentuk kalian menjadi manusia yang terbaik menurut definisi kalian masing-masing

Salam,

-axel ct-

Mimpi dan Tahun Kedua

Dari Januari ke Mei (yang bahkan hampir Juni). Ga berasa udah 5 bulan lebih ga nulis lagi haha.. Maafkan penulis yang ga sempet nulis ini ya. Semoga tulisan ini jadi penghibur bagi yang udah nunggu post ya (gapapa geer, yang penting pede haha)

Hidup itu berjalan dengan cepat loh kawan-kawan dan teman-teman semuanya. Ga nyangka bentar lagi udah bulan Juni, yang dimana sebentar lagi penulis berulang tahun (makin tua deh haha). Gimana? Apakah kalian sudah menjalani hidup dan mengejar mimpi-mimpi kalian? Ingatlah, ga ada kata terlambat untuk memulai. Jangan juga merasa berkecil hati karena mimpi yang kamu mungkin rangkai dengan kata-kata atau esai ketika SD atau mungkin mimpi yang kamu ucapkan dengan spontan ketika dulu guru TKmu bertanya tentang mimpimu. Jangan lupakan itu dan pegang mimpi itu, karena mimpimu adalah penguat hidupmu yang paling hebat (selain doa dan orang-orang di sekitarmu tentu saja).

Ya, saat ini diriku udah semester 2 perkuliahan, dan bahkan sebentar lagi semester 3. Ketemu lagi teman-teman baru yang hebat, bahkan seringkali lebih hebat daripada penulis sendiri haha. Selain itu, tandanya bentar lagi udah jadi senior. Tantangan yang ga gampang sebenarnya karena senior itu pasti jadi panutan dan saya merasa belom sepenuhnya bisa menjadi seorang panutan.

Mungkin sekian dulu tulisannya, maaf ini tulisan ga penting banget haha. Semoga terhibur yaa

 

Salam,

 

-axel ct-

Melangkahi Bumi

Ketika kutatap langit biru
Disana terdapat banyak awan putih
Berjalan beriringan dan bersamaan
Atau bahkan bergandengan tangan secara diam-diam

Ketika angin sepoi-sepoi berhembus
Saat itu pulalah sang daun menyambut
Bergerak mengikuti kemana arah angin bertiup
Bagaikan kangen bertemu setelah lama tak jumpa

Ketika aku berjalan menyusuri pantai
Saat itu kulihat berjuta-juta pasir
Pasir yang selalu siap ketika laut datang
Menjemput mereka untuk bermain bersama di lautan

Tapi entah kenapa
Ketika kususuri jalan setapak
Tanah-tanah tampak tidak bahagia
Karena diriku merusak kebersamaan mereka

Kadang aku bermimpi
Mimpi dimana aku adalah lautan
Lautan yang terbentang luas
Yang menerima semuanya dengan penuh keberanian

Kadang pula aku berangan
Bahwa aku adalah langit biru
Langit yang menaungi setiap manusia
Langit yang tidak pernah lelah untuk melindungi

Pernah pula aku menggumam
Memiliki sahabat bagaikan daun merindukan angin
Berbagi keceriaan, canda tawa, dan kegembiraan
Menorehkan senyum ketika keduanya bertemu

Tapi, kembali lagi mimpi adalah mimpi
Ketika aku kembali ke dunia ini
Aku pun tersadar akan satu hal yang pasti
Aku, hanyalah seorang manusia yang menyusuri jalan setapak

-axel ct-

Lagi Banyak yang Bisa Di-post-kan

Haloo semuanya :) ga terasa yaa bentar lagi udah taon baru lagi hehe.. Ya, kadang waktu berlari lebih cepat dari apa yang bisa kita bayangkan ya hehe..

Pertama-tama, turut berduka cita untuk semua korban pesawat AirAsia yang baru jatuh. Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan kuat ya. Tuhan gaakan ngasih cobaan lebih dari apa yang kita mampu kok :)

Kedua, udah mau taon baru nih.. Kira-kira pada punya resolusi buat taon baru ga nih? haha sehari sebelum tahun baru biasanya adalah saat orang dimana melihat kembali perjalanan setahun yang telah berlalu dan bersiap menyongsong hari dan tahun yang baru. Taon lalu, mungkin gua sempet me-review sedikit tentang apa yang udah gua lakukan selama setahun. Taon ini engga yaa maaf :( hehe soalnya sejujurnya gua adalah salah satu ornpang yang hampir gapernah buat resolusi taon baru. Emm jadi yaa gimana bisa tercapai kalo dibuat aja engga haha.. Eh tapi gua ga menyarankan yang laen untuk ga bikin loh, resolusi taon baru itu baik banget buat jadi indikator keberhasilan kita selama tahun itu, mungkin bisa disertai dengan reward dan punishment juga hehe..

Ketiga, hidup itu selalu unik. Kadang ia menampar kita ketika kita merasa tenang, kadang hidup juga yang menguatkan kita dalam kelemahan kita. Jadi, jangan pernah lelah sama hidup ya kawan-kawan, masih banyak yang mengingingkan hidup itu. Semangaaat :D

Terakhir banget nih, semoga cita-cita kalian di tahun yang baru tercapai yaa :) jangan cuma diwacanakan doang, ayo dilakukan! Segala sesuatu gaakan bisa berhasil kalo gaada yang memulai :)

Salam,

-axel ct-

Catatan Harian Mahasiswa Baru: Jaket Kuning dan Makara (Biru Muda)

“Axel kuliah dimana sekarang?” “Axel kelas berapa? Udah kuliah ya? DImana?” “Wah udah gede ya. Masuk mana? ambil apa?”

Kalau orang sudah lama tidak bertemu denganku, ketiga pertanyaan diatas sudah sangat wajar apabila orang itu berkesempatan untuk bertemu denganku. Terkadang, tidak hanya orang yang sudah lama tak bertemu denganku saja yang menanyakan hal itu. Orang yang -mungkin- dapat dikatakan sering bertemu denganku pun tidak jarang bertanya seperti itu. Buatku itu pertanyaan yang sangat wajar untuk ditanyakan, entah tujuannya hanya sekedar berbasa-basi ataupun memang benar pertanyaan itu dilandasi dari rasa penasaran karena sudah lama tak berjumpa. Respon yang kuberikan atas pertanyaan itu pun tidak jauh-jauh dari satu kalimat dibawah ini.

“Masuk UI :) Ambil Psikologi :)” *Sengaja kupasang emoticon senyum yang menggambarkan keadaan wajahku ketika menjawab pertanyaan diatas dengan jawaban tersebut*

Jawaban dari respon yang kuberikan pun bermacam-macam, tetapi (sejauh yang kutahu) mereka semua mengatakan bahwa masuk UI adalah suatu keberhasilan dan kebanggaan yang patut diapresiasi. Tidak jarang ucapan selamat berhamburan dari mulut mereka kepadaku, yang pada akhirnya kujawab dengan melempar senyum di bibirku, dan mengucap kata terimakasih ataupun sekedar ‘he-he-he’ belaka.

Memang buatku, masuk UI bisa dibilang suatu prestasi hidup. Apalagi ketika acara universitas untuk mahasiswa baru, tidak jarang kami digadang-gadang sebagai ‘mahasiswa terpilih’. Kurang bangga apa aku mendengar hal itu. Memperoleh ‘jakun’ yang disertai dengan makara biru muda yang kujahit di kiri, melakukan kegiatan perkuliahan di Depok, dan dapat dengan bangga menyebut Universitas Indonesia (bukan Universitas yang ada di Indonesia) sebagai almamaterku adalah beberapa kelebihan yang kudapatkan karena terdaftar sebagai sivitas akademika Universitas Indonesia.

TETAPI….
Hal itu tidak cukup sampai disitu. Buatku hanya dengan menjadi mahasiswa UI belaka tidak akan membuatku bangga. Aku harus bisa menjadikan UI sebagai fasilitas untuk diriku berkembang. Aku harus bisa menjadi manusia yang utuh ketika keluar dari UI nanti dan bergabung dalam masyarakat. Aku harus bisa menunjukkan hasil terbaik yang bisa kubuat dan apabila ditanya, barulah aku bisa menjawab dengan bangga bahwa inilah hasil didikan Universitas Indonesia. Terakhir, aku harus bisa memberikan buah yang kudapat dari UI kepada diriku, almamaterku, dan kepada masyarakat.

Buatku hanya dengan masuk UI, belum sepenuhnya aku merasakan manfaat dari UI. Aku harus bisa berkembang dan mengepakkan sayapku setinggi langit untuk bisa bangga mengatakan “AKU ADALAH MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA SEUTUHNYA”

p.s. Catatan kecil ini dibuat pada suatu malam ketika pikiran sang penulis sedang buntu dalam mengerjakan tugas paper atau makalahnya.

-axel ct-

“Psikologi UI Tercinta” (Tugas Mata Kuliah Penulisan Ilmiah)

Tema : Tulisan Naratif – KAMABA

“Psikologi UI Tercinta”

Suatu malam saat aku sedang membuka blog mengenai informasi kegiatan mahasiswa baru, sebuah post muncul. Kira-kira isi post tersebut adalah “Sabtu, 16 Agustus 2014 jam 12.45 sudah harus berkumpul di alfamart.” “Akhirnya muncul juga, kira-kira bakal seperti apa ya?” adalah pikiran pertamaku saat membaca kalimat tersebut. Memang sebelumnya kami sudah dibagi-bagi menurut kelompok dan sudah menyiapkan sebuah buku khusus dimana halaman depannya harus berbuffalo biru dan harus sama satu angkatan dengan format yang sudah disediakan, tetapi aku sama sekali belum memiliki gambaran mengenai rangkaian kegiatan yang bisa dibilang akan memberi warna pada kehidupan perkuliahanku. Mungkin ini warna pertama yang ditorehkan di lembar kehidupan perkuliahanku di kampus berjaket kuning dan bermakara biru muda ini. Sampai saat aku menulis ini, rangkaian kegiatan mahasiswa baru (KAMABA) ini hampir berakhir. Kadang aku hanya bisa tersenyum kecil mengingat hal-hal yang telah kulewati bersama teman-teman satu angkatanku, angkatan 2014 makara biru muda ini. Banyak kesan yang mungkin akan coba sedikit kubagi kepada teman-teman semuanya.

“Kak, boleh wawancara ga kak?” Itu adalah pertanyaanku kepada sang kakak yang sampai saat ini membuatku sangat terinspirasi. Kakak yang mungkin membuatku terkagum dan mendapatkan sesuatu yang baru untuk memulai menorehkan lembaran warna di bab perkuliahanku pada buku kehidupanku. Memang tugas wawancara adalah salah satu tugas yang diberikan kepada kami sebagai salah satu dari berbagai macam tugas di kegiatan mahasiswa baru (KAMABA) ini. Lebih tepatnya dapat dikatakan bahwa tugas ini diberikan pada saat kami, para mahasiswa baru, sedang menjalani kegiatan proses penyesuaian diri atau yang bisa disebut dengan kegiatan prosesi. Tidak kusangka, dari kegiatan yang mungkin dapat dibilang sederhana ini aku mendapatkan sesuatu yang sangat bermakna. Untuk identitas kakak itu, tidak perlulah sepertinya kujelaskan panjang lebar disini, cukup yang tahu hanya aku dan beberapa temanku yang ikut mewawancarai kakak itu bersamaku. Yang ingin kusampaikan disini, kadang sesuatu yang sederhana akan berdampak besar dalam kehidupan kita, dimana dalam hal ini adalah wawancara dengan kakak kelas yang menginspirasiku dan sedikit banyak menentukan arah tujuan perkuliahanku ke depannya.

Ketika seseorang mahasiswa baru berhadapan dengan senior saat pertama kali mengikuti perkuliahan, hal yang dipikirkan pertama kali adalah push-up. Menurutku itu tidak salah, bahkan mungkin terlalu benar. Hal itu karena ketika kami, para mahasiswa baru, berhadapan dengan senior, pasti akan ada nuansa push-up yang memang tujuannya untuk membimbing kami ke arah yang lebih baik. Tetapi, yang kukagetkan sampai sekarang adalah tidak adanya hal tersebut di markas makara biru muda ini. Berkaitan dengan poin ini, aku sedikit menggabungkan dengan wawancaraku dengan sang kakak di poin atas, dimana sang kakak itu menjelaskan maksud dan tujuan dari rangkaian kegiatan mahasiswa baru (KAMABA) ini. “Wah ternyata disini beda.” Itu mungkin kata-kata yang dapat mewakilkan pemikiranku tentang rangkaian acara kegiatan mahasiswa baru (KAMABA) ini. Aku tak menyangka bahwa acara ini sangat dipersiapkan dengan sedimikian rupa dan sematang mungkin untuk membimbing kami, para mahasiswa baru, dalam mengikuti perkuliahan di kampus berjaket kuning dan bermakara biru muda ini. Salut kakak-kakak, berikutnya doakan kami agar kami yang bisa mengemban tugas untuk membimbing mahasiswa baru ini dengan sepenuh hati kami dan dengan persiapan yang sematang kakak-kakak lakukan saat rangkaian kegiatan mahasiswa baru (KAMABA) 2014 ini.

“Jadi sebenarnya, apa yang membuat kamu kagum dengan kegiatan mahasiswa baru (KAMABA) yang diselenggarakan kampus kuning sub makara biru muda ini?” Ketika nanti, mungkin suatu saat ada orang yang bertanya kepadaku seperti itu, dengan tidak ragu-ragu dan sepenuh hati akan kujawab, “Disini beda. Aku tidak diajarkan untuk hanya push-up tanpa makna yang jelas. Aku juga tidak diberi sesuatu yang mustahil kulakukan sebagai mahasiswa baru. Aku disini belajar, bahwa dengan cinta kakak-kakak kepada kami, mereka menghantarkan kami, memberi sentuhan warna indah pertama pada bab perkuliahan buku kehidupan kami dan aku bangga. Aku bangga akan hal itu dan aku bangga karena aku dapat menjalani kegiatan satu kali seumur hidupku di sini, di kampus jaket kuning sub makara biru muda ini.”

-axel ct-