Dua-Puluh

Awalnya, gua ngerasa menjadi manusia yang berumur 20 tahun memang adalah suatu yang spesial. Mengapa? Alasannya sederhana, menyandang angka ‘2’ di umurmu menandakan suatu perubahan yang harusnya signifikan. Hal itu karena butuh 10 tahun untuk mengubah angka ‘1’ di umurmu menjadi ‘2’. Tapi ya se-signifikan apa, gua ga paham. Gua cuma paham bahwa udah saatnya menjadi dewasa dan lebih baik dari sebelumnya.

Seketika, gua tersadar. Gua tersadar betapa arti umur 20.

Coba, disini adakah yang tau girl-group “Fifth Harmony“? Ya… Setelah gua iseng mencari tahu tentang mereka, usia mereka rata-rata adalah 20 tahunan. DUA-PULUH-TAHUNAN. Jelas gua shock dengan penemuan ini. Hal ini karena mereka sudah cukup terkenal dan mendunia di umur dua puluh tahunannya itu. Terkenalnya karena apa? Mungkin karena suaranya yang khas nan merdu. Atau mungkin karena lagu-lagunya yang cukup eksis diputar di radio-radio. Ah, tapi intinya mereka sudah melakukan sesuatu di umur 20nya mereka.

Coba lihat pemain bola seperti Calum Chambers, Gianluigi Donnarumma, dan Renato Sanches. Di umur 20nya, mereka sudah menjadi pemain sepak bola yang terkenal. Bahkan beberapa dari mereka usianya masih dibawah 20 tahun. Mereka membela tim-tim terkenal seperti Arsenal (Chambers), AC Milan (Donnarumma), dan Bayern Muenchen (Renato Sanches). Intinya, mereka sudah melakukan sesuatu di umur 20nya mereka.

Masih banyak contoh-contoh lainnya, contoh-contoh yang membuat hati kecil saya terus bertanya pada diri saya, “udah ngapain aja lu dibanding sama mereka?”

Kembali saya terdiam. Saya merasa jadi manusia yang kecil dibanding contoh-contoh tadi. Saya merasa belum berbuat banyak dibandingkan orang-orang yang tadi saya contohkan diatas. Akhirnya, sampailah saya ke tahap mempertanyakan saya dengan cara menulis di blog ini.

Sungguh, saya belum jadi apa-apa. Karena pepatah diatas langit masih ada langit bukan hanya sekadar pepatah, melainkan kenyataan.

*maaf ya sumber linknya wikipedia, soalnya demi kemudahan untuk dipahami poin-poinnya hehe makasih!

-axel ct-

Portugal

Jam di laptopku menunjukkan pukul 05.07 pagi. Kurang lebih setengah jam lalu, Portugal dinobatkan menjadi juara dari salah satu perhelatan sepak bola yang besar dan diadakan 4 tahun sekali, yaitu EURO (yang tahun ini otomatis bernama EURO 2016). Selamat untuk CR dan kawan kawan!!

Ya, bisa dibilang saya memang cukup mengikuti perkembangan sepakbola. Sehingga sedikit banyak saya cukup paham dan nyambung ketika diajak ngobrol mengenai pemain sepakbola.

Jika hanya disorot dari benua Eropa, saya memang penggemar Portugal dan menjagokan Portugal. Setidaknya, secara sadar saya mengikuti sepak terjang portugal mulai dari Euro 2012, Piala Dunia 2014, hingga Euro 2016. Pada Piala Dunia 2010, saya tidak begitu mengikuti Portugal karena hanya fokus pada tim favorit saya yang lain: Brazil. Yang saya ingat ketika piala dunia 2010 adalah tim ini berhasil “meratakan” tim baru, Korea Utara, dengan skor 7-1. Bahkan digadang-gadang bahwa hasil tersebut adalah hasil dari pengaturan skor. Sisanya, saya tidak mengikuti sepak terjang Portugal sebagai sebuah tim pada saat piala dunia 2010.

Pada Euro 2012, saya mulai fokus melihat Portugal. Saya ingat betul, pada saat itu Portugal seakan hanya memiliki 11 pemain dengan starting line up sebagai berikut:

Rui Patricio (GK) — Fabio Coentrao (LB), Pepe (CB), Bruno Alves (CB), Joao Pereira (RB) — Miguel Veloso (MF), Joao Moutinho (MF), Raul Meireles (MF) — Cristiano Ronaldo (LW), Nani (RW), Nelson Olivera/Helder Postiga (ST)

Dengan segitiga pemain tengahnya, serta Coentrao dan CR yang berada di sisi kiri, otomatis memang permainan Portugal terfokus di sisi kiri. Dengan skuat seperti ini, harapan Portugal memenangi Euro kandas setelah kalah adu pinalti melawan tim unggulan, Spanyol. Padahal salah satu tim yang bisa mempertahankan skor kacamata melawan Spanyol adalah Portugal. Setelah mengalahkan Portugal, Spanyol seperti melaju hampir tanpa hambatan.

Pada Piala Dunia 2014, skuat tersebut tidak banyak berubah. Namun peran Varela menjadi lebih penting. Varela menciptakan beberapa kali peluang dan mencetak gol melawan USA di menit 90+5 yang membuat Portugal terhindar dari kekalahan. Meskipun pada akhirnya Portugal harus pulang lebih cepat karena tidak lolos fase grup.

Di Euro 2016, Portugal bukanlah tim yang dijagokan untuk menjadi juara. Saya sendiri merasa seperti itu setelah menonton langsung pertandingan Portugal melawan Islandia. Hasil pertandingan itu 1-1, namun peluang yang diciptakan Portugal kurang lebih 23 dan Portugal yang memimpin laga terlebih dahulu. Ditambah dengan Islandia adalah negara kecil dan membuat kejutan demi kejutan secara tidak terduga.
Dengan hasil yang seperti itu, Portugal melanjutkan pertandingannya di grup dengan menorehkan 3 kali skor seri (0-0, 1-1, 3-3) dan berakhir di peringkat 3. Padahal apabila dilihat diatas kertas, Portugal jelas menjadi tim yang diunggulkan untuk juara di grup tersebut karena 3 tim lainnya, Austria – Islandia – Hungaria, dianggap belum selevel Portugal. Nyatanya, hasil menyatakan berbeda.

Keberuntungan Portugal tidak hanya berhenti sampai di situ. Peraturan dari UEFA yang menambah jumlah kuota tim menjadi 24 membuat beberapa tim peringkat 3 di grup lolos ke fase knock-out. Hal ini membuat Portugal lolos fase grup. Dan lebihnya, di bagian Portugal, komposisi timnya (Wales, Belgia, Kroatia dsb) jauh lebih menguntungkan dibandingkan di bagian lainnya (Inggris, Italia, Prancis, German, Spanyol dsb). Hal ini dianggap menguntungkan dan memudahkan laju Portugal menuju final.

Tapi nyatanya, Portugal harus berjuang untuk menang melawan Kroasia dan Polandia. Kemenangan melawan Kroasia dicapai dengan gol dari Quaresma di menit ke 117, dan kemenangan melawan Polandia dicapai dengan adu pinalti. Jakub Błaszczykowski (bahkan saya harus mencari di google untuk meng-copy paste nama orang ini) sebagai eksekutor adu pinalti gagal, sehingga Portugal menang 5-3 dalam adu pinalti.

Barulah pada saat melawan Wales, Portugal mulai menunjukkan taringnya dengan mengalahkan tim yang berisikan Gareth Bale, Aaron Ramsey, dkknya itu dengan skor 2-0.

Akhirnya, di final Portugal berhasil mengalahkan Prancis berkat gol tunggal Eder.

Satu hal yang bisa dipelajari dari sini adalah keberuntungan itu ada dan nyata, setidaknya bagi Portugal. Mereka bisa menjadi juara tidak lepas dari keberuntungan mereka. Selama Euro 2016 ini Portugal sangat dinaungi oleh keberuntungan seperti:

  • Tidak satu kolom dengan Prancis, Italia, German, Spanyol, bahkan Inggris pada fase knock-out.
  • Juara 3 di grup, namun lolos berkat peraturan baru UEFA.
  • Menjadi juara 3 karena gol Islandia ke gawang Austria di menit 90+2 yang memastikan kemenangan Islandia kala itu dan membawa mereka menjadi runner-up grup. Jika Portugal menjadi runner-up grup, mereka akan bertemu Inggris (bahkan Italia, Prancis, German, Spanyol) lebih awal.
  • Tendangan Gignac hanya berujung di tiang gawang
  • Diberikan free kick oleh wasit padahal bola menyentuh tangan Eder, bukan Koscielny.

Akhir kata, saya ingin menyelamati Portugal. Saya sebagai fans ikut senang karena tim favorit saya bisa juara Euro 2016, apalagi ditambah dengan cederanya Cristiano Ronaldo yang menjadi andalan sayap Portugal. Siapa yang menyangka Portugal akan menjadi juara?

Karena keberuntungan adalah bagian dari sepakbola, maka tidak dapat dipisahkan ia dari sepakbola

Selamat Portugal!!!
(Dari salah satu fansmu)

 

-axel ct-

 

Sebuah Cerita

[04:29 AM]

Di pagi hari ini, aku belum bisa tidur. Sehingga sambil mendengarkan lagu weslife-if I let you go aku termenung dan rasanya ingin menulis. Memang waktunya ga tepat banget sih.. Karena belum tidur, dan bahkan mata udah terbiasa melek jam segini meskipun harusnya sudah terlelap ke alam mimpi dari tadi. Jangan diikutin ya guys :” ga baik buat kesehatan haha..

Bertambah dewasa… Apa artinya? Apakah berarti akan banyak tanggung jawab yang harus dipikul? Rasa-rasanya pikiran seperti itu tidak salah juga. Atau bahkan bertambah dewasa hanya berarti bertambahnya 1 tahun kehidupan yang ditandai dengan umur yang kau bawa dan kau banggakan itu. Hm.. rasa-rasanya tidak salah juga.. Ah sudahlah, aku tidak pandai banyak bercakap mengenai apa itu bertambah dewasa… Nyatanya di pagi hari ini, akupun masih berkutat dengan pikiran “apa artinya bertambah dewasa?” Klise bukan rasanya apabila aku bercengkrama panjang lebar di tulisan ini mengenai artinya bertambah dewasa, sedangkan aku sendiri belum paham apa rasa dan artinya menjadi dewasa. Bahkan aku merasa diriku pun belum pantas dibilang dewasa.

Satu hal yang bisa kupastikan: semakin dewasa, kamu akan menyadari satu hal… Bahwa semua berubah. Ya, makin bertambah umurku aku makin tersadar bahwa tidak ada satu hal pun yang konstan. Semua hal berubah… Dahulu mungkin westlife menjadi salah satu rajanya boyband “barat”. Bahkan sekarang westlife sudah tidak terdengar karena memang sudah bubar. Siapa anak 80an (atau bahkan 90an) yang tidak tahu The Beatles? Sekarang akan sangat unik melihat orang yang mendalami The Beatles (karena aku pun “belajar” dari temanku yang “dicekokin” oleh orang tuanya).

Tidak hanya dari musik. Pola pikir pun berubah… Dari yang dulu pacaran karena hanya suka karena ia cantik/ganteng. Sekarang pacaran ya orientasinya masa depan.. Karena ga mungkin pacaran ya gitu-gitu aja. Atau mungkin, kerja keras. Dulu ketika kecil boleh saja berpikir bahwa “saya dapat menguasai pelajaran tanpa harus belajar dengan keras”. Nyatanya sekarang ketika tidak belajar, ya jangan heran nilai C atau bahkan nilai D muncul di laporan nilaimu.

Ya… semua hal di dunia ini berubah.. Mulai secara fisik dari cara berpakaian misalnya, hingga secara pola pikir, atau bahkan tingkah laku. Guru zaman dahulu saya rasa tidak akan masalah ketika harus memukul anak muridnya. Guru sekarang (mungkin) akan berpikir dua kali ketika harus bermain secara fisik. Itu hanya contoh kecil saja…. Zaman sekarang, kalau tidak punya gadget rasanya hidup akan kosong. Padahal rasa-rasanya zaman 80an, gadget bahkan belum booming. Jika ingin berteman, ya keluar. Jika ingin bermain, ya keluar. Sekarang.. semua ada di genggamanmu.

Manusia berubah.. Aku berubah, dia berubah, mereka berubah, dan bahkan kamu berubah. Berubah ke arah yang mana? Hanya diri sendiri yang bisa merefleksikannya. Orang lain bisa menilai, tapi orang lain tak akan bisa memutuskan ke arah mana kamu akan berubah. Orang lain bisa menghasut atau membantu, tapi toh tetap yang punya pilihan ya yang menjalankan perubahan itu. Terkadang yang menyeramkan adalah ketika kamu merasa tidak perlu berubah, maka dunia yang akan menamparmu dan berteriak, “berubah, sudah saatnya berubah!” Lucu bukan.

[04:44 AM]

Kulihat jam di laptopku.. Lagu westlife yang kuputar sudah habis dari tadi, ingin mencari lagu yang sealunan, tapi aku sadar kedua tanganku tidak ingin diganggu ketika sedang berkarya di blog ini. Tadinya aku ingin mengakhiri dengan kalimat-kalimat gombalan yang (kayaknya engga) bermutu (banget) seperti,
“meskipun dunia berubah, posisi kamu di hati aku tetap ga berubah.” atau
“semua boleh berubah, tapi aku toh tetap cinta kamu apa adanya.”

Nyatanya, aku sendiri tergidik ketika mengetik kedua hal tersebut. Alisku mengernyit. Dan rasanya amat sangat tidak cocok kuakhiri post yang (cukup) panjang ini dengan gombalan yang (engga) bermutu (banget) itu.

[04:48 AM]

Ah… rasanya aku perlu tidur… Terlalu banyak pikiran-pikiran tak perlu yang mengawang-awang di alam pikirku. Perutku pun terasa lapar, dan kakiku masih kedinginan.

Pada akhirnya,
aku ya aku,
kamu ya kamu,
dia ya dia,
satu persamaan kita dan hanya satu,
kita hidup di satu dunia.

-axel ct-

#Random (entah random yang keberapa)

Hidup itu…. pasti banyak pertanyaan….

Mau lu lagi tiduran di kasur,
atau lagi dengerin dosen ceramah di kampus,
atau lagi ngerjain tugas lu,
atau lagi ngaso di tengah hiruk pikuk kota,
atau lu baru bangun tidur terus tidur lagi,
atau berbagai kondisi dan situasi yang bisa lu bayangin sendiri.

Tetep aja, satu per satu pertanyaan seputar segala macam hal bernaung dalam pikiran lu….

Mau sekadar “besok ada tugas ga ya?”,
atau “cari makan apa ya?”,
atau “kenapa tahu bulat enak ya?”,
atau “kenapa banyak orang aneh di dunia?”,
atau “hidup gua nanti mau jadi apa ya?”,
atau bahkan “udah ngapain aja selama umur hidup lu?”,
atau pertanyaan-pertanyaan lain yang bisa lu kondisikan sendiri.

Hidup ini… banyak ya yang belum terjawab.
Kenapa?

Karena semesta belum menunjukkan jalannya,
karena aku belum siap akan jawabannya,
karena belum dapet bocoran kunci jawaban dari orang lain,
karena kepingan puzzle jawabannya bahkan belom lengkap,
karena kamu, yang jadi jawabanku, belum menampakkan dirimu seutuhnya,
karena berbagai karena yang masih menjadi kenapa.

Pada akhirnya, bisa apa kita?
Kurasa.. jawabannya dua:
Mensyukuri hidup dan/atau mencintai hidup
Karena hidup… (mungkin) memiliki perasaan yang sama terhadap kita
Sebagaimana kita merasakan hidup


Jadi, karena ketidakadanya alasan untuk membuka blog ini, blog ini kembali terbuka  Jam 1 keatas dan sendirian memang jam-jam liar untuk segala macam hal. Menariknya, tadinya ga ada niatan nulis.. Setelah buka blog ini, hal yang dilakukan adalah ngeliat kembali isi blog ini dan merasakan emosinya sendiri. Tapi, karena beberapa stimulus, akhirnya saya memutuskan menulis singkat tentang apapun yang terpikir. Dan tercetuslah hal seperti di atas, mirip puisi bukan? Ah.. tak cakap saya menjelaskannya. Sambil mendengarkan lantunan lagu-lagu disney, tulisan ini terurai begitu saja.

Kondisi saya baik-baik saja, setidaknya untuk detik ini.
Karena saya tidak pernah tahu kapan perasaan saya menyerang saya sendiri.
Juga karena saya tidak pernah tahu kapan anxiety menyerang begitu hebatnya.

Setidaknya, sambil mendengarkan lantunan lagu disney ini, blog yang usianya hampir 4 tahun ini tersentuh dan terjamah oleh ketikan-ketikan pada keyboard laptop penulis.

Anyway, hidup masih panjang, daripada penuh dengan lubang penyesalan, mengapa tidak kita bangun dengan fondasi kebahagiaan? Lebih menyenangkan bukan?🙂

 

Salam hangat,

 

-axel ct-

Superman v Batman

Mungkin beberapa orang udah ga asing lagi dengan judul film diatas. Ya, film tersebut emang dapat terbilang cukup baru karena memang baru muncul di bioskop-bioskop yang ada di Jakarta dan sekitarnya (maaf saya ga tau perkembangan film di daerah lain soalnya). Kebetulan baru-baru ini saya diajak nonton film tersebut bersama orang tua dan adik saya. Saya sendiri sebetulnya bukan tipe orang yang sangat antusias menonton film bioskop, terutama belakangan ini. Terbukti dari banyaknya film yang tidak saya tonton di bioskop karena berbagai macam alasan.

Nah, kebetulan karena saya tertarik melihat kedua superhero ini saling berhadapan, jadilah saya memutuskan untuk ikut menonton bersama film ini.

Saya akan semaksimal mungkin berusaha untuk tidak melakukan spoiler karena film ini terbilang baru. Dan yang saya ingin coba bagikan disini adalah apa yang saya dapat, bukan sinopsis ataupun rangkuman cerita dari film ini (psstt tau ga si batman sama superman akhirnya……).

Satu hal yang dapat saya simpulkan setelah menonton film tersebut adalah:

“Manusia tidak mungkin menjadi Tuhan. Sehebat dan sekuat apapun dia, manusia adalah manusia.”

Ya, ketika menonton film tersebut, bahkan dengan kehebatan dan kekuatan superman pun, pada akhirnya superman adalah manusia (terlepas asal muasal dia yang katanya dari planet diluar bumi jadi punya kekuatan super gitu). Sama halnya dengan batman, meskipun dibantu dengan kekayaan, teknologi, dan asistennya (iya, si alfred ituloh) tetap saja pada akhirnya batman adalah manusia biasa.

Kebetulan, kemarin (Jumat) adalah hari Jumat Agung; hari merayakan kematian Yesus Kristus (di kalender biasanya tertulis ‘wafat Isa Almasih’). Dan rasa-rasanya film “Batman v Superman” tersebut ‘masuk’ secara renungan saya pribadi. Dengan satu kutipan diatas, film tersebut membuka suatu sisi perenungan yang berbeda, dan itu hal yang amat sangat saya syukuri. Bukankah kepuasan manusia akan tinggi ketika ia mendapatkan suatu pencerahan? Pada akhirnya, renungan/kesimpulan yang saya dapat itulah yang cukup menaikkan nilai saya untuk film tersebut.

Baiklah, sebelum saya tergoda memberikan nilai dan spoiler, saya akan sudahi tulisan ini🙂

Selamat berlibur bagi yang berlibur, Selamat ke gereja bagi yang akan menunaikan rangkaian ibadah menuju paskahnya (Tri Hari Sucinya), dan selamat berkumpul bersama significant othersnya.

P.S. Cocok sih film ini di rate 13+, kasian kan kalau anak kecil yang masih punya mimpi dan mengidolakan mereka harus melihat kedua jagoannya bertarung? Hehe

Salam,

 

-axel ct-

Mencoba Berbahasa Inggris

This poem is dedicated to anyone who still want to read it, anyone who enjoy it, and anyone who love it…

Some people say it’s love
Some people say it’s just being kind
Some people say it’s how to act appropriately
Some people say it’s just enjoying life

Me? I’m just sitting here
Looking at the night sky
And i find that the moon is watching me too
But I notice some sadness in her vision

Remember the time that…
Ah never mind,
I don’t think even the sun still remember
Even the rain can’t even remember anymore

Do you remember?
When we hold our hand together
When we form some bond,
that only the two of us is remember?

Don’t worry.
I’m not here to make you remember
Once again,
I’m just sitting here with the moon

When people used to envy to us
When people used to (not really) try to seperate us
When people…..
Too many ‘when people’ moment you know

You are one of my treasure,
and it never change
at least until now
Because i seems to forget,
About how can i forget you completely

 

-axel ct-

Publikasi

“xel, punya blog kok disimpen sendiri? Gaada niat buat ditampilin gitu? Atau diseriusin?”

Ya, itulah kadang menjadi isi pikiran saya ketika saya kembali membuka halaman blog pribadi ini. Memang kenyataannya, yang tahu betul bahwa saya punya halaman blog ini hampir dapat dikatakan tidak ada. Memang saya sempat memberikan alamat rujukan ke blog ini, namun saya sangsi orang-orang yang saya berikan akses tersebut toh kenyataannya masih aktif melihat blog ini. Tapi sokay, it’s not a big deal🙂

Kenapa awalnya mau nulis blog ini? Sebenernya memang dari awal ga berniat untuk mempublikasikan blog ini ke khalayak luas sih. Blog ini pada akhirnya cuma random thought dari pribadi seorang pemilik blog ini. Nothing more. Dan yang namanya random thought ya emang se-random itu. Mulai dari cuma sekedar lirik lagu, puisi-puisi ala-ala yang gabisa dibandingin sama puitis terkenal, pikiran pribadi, sampai kadang curahan hati.

Terus buat apa ngeblog xel? Balik lagi sih, blog kan sebenernya cuma sebuah sarana aja. Kalau lagi pengen nulis, ya kesini. Kalau lagi sok-sok puitis, ya kesini. Bahkan kalau lagi sendu dan gatau mau ngapain, bawaannya ya kesini lagi haha.. Sebenernya ini tujuan ketika awal bikin blog ini sih, yaitu ya minimal kalau udah berumur dan mati nanti terus ada yang nemuin blog ini, harapannya ngeliat sisi lain dari si penulis lah haha. Ya itupun kalau ketemu sih blognya. (Maklum udah pernah iseng mencari di google dan tidak ketemu. Setengah seneng dan setengah sedih sih)

Nah sekarang kenapa nulis? Haha :’) di momen ini emang lagi pengen banget nulis. Entah cuma sekadar tulisan gajelas atau sampai berbobot. Ya mungkin sedang ada di tahap terakhir di paragraf sebelumnya kali ya. Jadinya, sambil dengerin lagunya Dua – Kau atau Phantom – Pantaskah ya blog ini akhirnya terbuka lagi haha

Ya intinya, dalam waktu dekat ini mungkin blog ini akan tetap dalam kesendiriannya, dalam kedalamannya, dalam ketidakmunculannya ke ranah internet karena yang nulis jarang, udah gitu disimpen sendiri doang. Mungkin kalo yang nemu, beruntunglah haha tapi diem-diem aja ya, karena membuka diri itu bukan sesuatu yang gampang dan blog ini jadi sarana penulis membuka diri dengan menulis ke dirinya sendiri (atau kadang beberapa orang lain yang baca)

Terakhir, semangat dalam menjalani semua aktivitas. Hayo udah Desember, tahun depan mau ngapain nih? Jangan sampai kesalahan tahun ini terulang lagi ya, sayang tau hidup cuma satu kali🙂

-axel ct-